Kamis, 12 Juni 2008

Mendung kan berlalu.., songsong cahaya maghfiroh TUHAN mu

Seminggu telah berlalu pasca walimah kami. Pernikahan dan walimah adalah salah satu momen terindah bagi sepasang manusia yang telah dihalalkan olehNYA. Tapi ternyata kesimpulan itu tidak selalu benar karena apa yang kami alami merupakan negasi dari kesimpulan itu. Ada air mata satu malam persis sebelum walimah, ada gundah yang tak terkira akan hari esok , akankah doa-doa kami terkabul ? atau DIA ingin menguji kami lebih dari apa yang sedang kami alami ? wallahu’alam

*******************************

Tibalah hari itu… Mereka tak pernah tau, ada sepasang hati yang sedang terluka dengan luka yang menganga.., ada wajah yang mendung , diliputi gelapnya awan dibalik senyum mereka yang dipaksakan. Ada sepasang jiwa yang sedang meronta, merana karena mereka berdua tak mampu menjaga hati ROBB nya, menjalankan syariahNYA. Tak mampu menjadi qudwah hasanah bagi saudara-saudaranya. Sungguh , kasihan sekali mereka berdua dibalik ketidak berdayaannya. Mereka berdua telah mengusahakan segenap ikhtiar yang mereka punya, tapi terlalu banyak orang-orang yang takut akan syariat, terlalu banyak orang yang lebih memilih untuk menyenangkan di hadapan manusia daripada menyenangkan hati DZAT yang menciptakan mereka.

Mereka yakin, bukan karena doa-doa mereka yang tak terkabulkan, mungkin karena Sang Kekasih Hati ingin menguji mereka, atau sedikit ingin mengingatkan keduanya akan hak-hak Robb nya yang mereka abaikan. Wallahu’alam…

******************************

Sekarang kami ingin menatap ke depan tanpa harus berlama-lama meratapi waktu yang telah berlalu, walau luka di hati kami akan terus menganga…, walau wajah kami telah tercoreng di mata manusia, tapi kami tak berputus asa akan luasnya ampunan dariNYA. Itu sudah cukup mengobati luka di hati kami. Cukuplah Allah bagi kami, DIA lah yang MAHA MENGETAHUI dan MAHA ADIL

Jumat, 12 juni 2008

08.15 , coret-coret sebelum mulai kerja…

senin sore, segala asa ku tumpahkan padaMU

Terkadang Allah ingin menguji hambaNYA karena ingin agar hambaNYA lebih dekat pada NYA, menangis di hadapannya, mengemis belas kasihNYA, merengek-rengek minta pertolongan dariNYA. Tapi terkadang juga hati manusia terlalu kotor untuk melihat keindahan yang agung ini. Apalagi keindahan terindah dari orang yang sedang dimabuk cinta selain selalu ingin berdekatan dengan Sang Kekasih Hati, selalu bermesraan dengan segenap jiwa, tak sedetik pun ingin lepas dari dekapanNYA begitupun bagi orang-orang beriman Kekasih Sejati nya hanyalah Allah.

Saat ini Sang Kekasih Hati ingin menguji komitmen kami, dalam mengemban risalah dakwah. Kesabaran dalam menghadapi setiap objek dakwah. Termasuk keluarga yang notabene merupakan objek dakwah terdekat tapi kerap kali terbaikan

Satu minggu ini kami ingin mengemis belai kasihMU, kami ingin merengek-rengek memohon pertolonganMU, kami ingin memohon kasih sayangMU karena kami sedang Engakau uji. Sungguh kami tak ingin menggores hati mereka, orang-orang yang kami cintai dengan komitmen kami untuk menjalankan syariah Islam. Kami tak ingin ada hati hati hambaMU yang terluka, tapi kami lebih tak ingin jika hatiMU yang terluka Ya Robb

Sungguh kami sangat lemah, kami hanya seongggok daging hidup yang mencoba untuk memberi makna dari setiap desah nafas dengan iman. Kami hanyalah makhluq mu yang sangat hina jika Engkau menghinakan kami. Tapi kami ingin mulia dengan iman. Ya Robb , Engkau berjanji akan mengabulkan doa-doa hambaMU yang meminta pertolonganmu. Dengan sepenuh asa yang tertanam di jiwa , kami mohon tolonglah kami atas perkara ini. Aamiin…Allahumaa Aamiin..

Senin, 02 Juni 2006
luapan hati 6 hari sebelum walimah
15.30, menjelang ashar