Kamis, 06 Desember 2007

Syukurin aja apa adanya...

Salah satu jargon di rumah ku yang amat populer adalah “Syukurin aja apa adanya”. Kalimat ini menjadi senjata kalau ada diantara keluarga kami yang mengeluh dalam hal apapun . Makanan yang kurang sesuai selera, jatah uang saku yang sedikit dan apapun itu. Kalau udah di keluarkan jurus yang satu ini, seperti di komando kami semua akan serentak menyenandungkan nasyid RAIHAN “Syukur..syukur..syukur…Ya Alloh…, syukur..Alhamdulillah…”, maka yang mengeluh tinggal mesem-mesem ajah, hehehe…….rasain...

Begitu juga dengan adik ku yang paling bontot yang baru duduk di kelas 4 esde, jargon ini sangat familiar di telinganya. Walau terkadang dia juga sering jadi bahan serangan karena sering mengeluh juga, hihihi..lucunya adikku ini....

Suatu ketika...., ibu ku tersayang mengecek buku-buku sekolah adik ku itu. Kemudian tertegun dengan satu halaman di buku tulisnya. Bukan apa-apa ibu tertegun melihat nilai yang tertera di buku itu. Nilai 5 terpampang manis di buku tulisnya :D, Kemudian ibu ku langsung ngomong ke adik : ”Masya Alloh...dek..malunya mamak lihat nilai 5 ini...Gimana mau rangking satu. Gimana mau jadi juara kelas kalau nilainya 5 gini”. Sejurus kemudian, adikku nyeletuk : ”Mak..syukurin aja apa adanya...” .”Hah......” Kening ibuku langsung berkerut..., hehehe......

Kami yang mendengarnya hanya bisa cekakak..cekikik.....nahan geli.., hahaha....


Selasa, 04 Desember 2007

Aku rindu kamu....

Hari ini seperti biasa kerjaku di iringi dengan nasyid dan murottal quran di telinga. Tapi hari ini gak seperti biasanya aku sedang pengen denger nasyidnya maidany, munsyid asal medan. Nasyid cerianya maidany Teman Sehati perlahan mengalun di telinga. Sejenak anganku terbawa ketika 4 tahun yang lalu aku dan sahabat dakwahku mengalun kan nasyid ini dihadapan puluhan mahasiswa baru (tentunya yang wanita dungs.. J ) ketika mereka sedang istirahat jum’at di hari ospek mereka. Kami bukan tim nasyid beneran, ya bisa di bilang tim nasyid jadi-jadian, hehehe..Hanya bermodalkan suara false dan peach kontrol yang berserakan :D...

Entah kenapa aku seakan berada di lorong waktu yang membawa ku ke masa-masa itu. Saat harus meng-handle acara rihlah dengan dana yang minim, ketika acara tak semulus yang di duga, ketika harus tidur seperti susun ikan karena tempat yang terbatas. Tapi ternyata itu semua menjadi kenangan yang menjadi kenangan indah dalam diary hidup ku. Terbayang wajah ukhti ku yang lelah, tapi masih ada canda dan senyum dibalik kelelahannya. Terbayang penatnya para ikhwah yang harus berkutat dengan asap di dapur karena kebagagian masak air dan masak nasi pakai kayu, hehehe...

Ups..koq jadi melamun...ah...aku kembali ke dunia nyata. Tak terasa ada sesuatu yang membuncah dalam dada ini. Kerinduanku pada sahabat dakwah ku. Sahabat perjuangan ku. Wahai pemilik cinta betapa aku merindukan mereka sahabat dakwah ku. Ah..aku haris bilang kepada mereka kalau sekarang "akuuuu kangen..kamu..ukhti qu sayang.... ":)

Aku tulis sms cinta ku itu pada mereka yang ku rindu, alhamdulillah salah satu dari mereka membalas. ”Ukhti sebenarnya din juga merasakan hal yang sama. Kadang muncul kerinduan ketika kebersamaan kita dalam dakwah semasa di kampus.” Duuhh senengnya, ternyata rinduku berbalas. Dan aku kembali mengetikkan sms lagi : ”Semoga 4jj1 menjadi saksi atas cinta ini. Dan semoga ia mempertemukan kita di jannahNYA. Keep Istiqomah ukhti :)”

Ternyata itulah janjiNYA, ketika kita sudah menginfakkan diri di jalanNYA, berjuang bersama para tentaraNYA maka IA akan menghimpun kita dalam hidup yang penuh dengan cinta dan barokah, walau lelah terasa , tiada keluh kesah yang terucap. Walau letih tiada rasa sedih telah memilih jalan ini.
Kepada sahabat ku fillah....Kokohkan kakimu di jalan dakwah ini, bersama kafilah dakwah ini. Fajar kemenangan kan kita jelang walau umur kita tak sampai kala kemenangan itu datang. tapi keringat ini, rasa lelah ini, mata yang kurang tidur, fikiran yang terkuras akan ada pahala yang amat besar di sisinya, insya4jj1. Aamiin..


Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu..
Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.
Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya

Jumat, 30 November 2007

Dunia, pergi kau dari hatiku…

Sore ini, di tengah keasyikan ku berkutat dengan script-script PHP, diiringi dengan alunan nasyid di telinga, adzan ashar memanggil ku untuk memenuhi konsumsi ruhiyahku. Ku lihat di lobi lantai 4 ruanganku ku lihat banyak ibu-ibu berkumpul, eh..ternyata mereka sedang mengerumuni bapak-bapak penjual kain. Aku sempatkan mampir , sekedar melihat-lihat. Ya memang bahan kain yang cukup bagus dan sangat manis. Sekilas ku dengar seorang ibu menyebutkan harga salah satu dari kain itu 600ribu. Innaalillaah….
Mungkin aku, seperti orang udik ya prend….”zaman sekarang uang segitu gak ada apa-apanya bro…”, mungkin kamu akan bilang begitu pada ku , hehehe….Tapi suerrr deh kalau aku mah mending uang segitu di tabung, buat simpanan untuk merayakan cinta , ups…ketauan.., hehehe... Sobat ku fid diin, bagi ku yang sudah punya sedikit pegangan tiap bulan sebagai karyawan lepas uang 100 ribu mungkin sangat berharga, tapi tidak sama harganya dengan seorang manajer di perusahaan tempat aku bekerja. Begitu juga, uang 100 ribu itu menjadi sumber pendapatan satu bulan untuk orang yang membantu ibuku di rumah untuk mencuci pakaian. Mendapatkan uang sejumlah itu butuh waktu 1 bulan baru kesampean. Waktu yang tidak sebentar dan penantian yang tidak gampang, menurutku.
Kembali ke kumpulan ibu-ibu tadi, ada diantara mereka yang mengambil 2 stel kain, yang kira-kira harganya kurang lebih 1juta 2ratus ribu rupiah, gubraks !!! Angka yang kecil untuk mereka, pikirku. Sobat, mungkin kita gak bakalan ngabisin uang untuk beli kain, tapi mungkin kita melakukan hal yang sama untuk kepentingan yang lain. Misalnya, ganti hp baru tipe baru dengan teknologi terbaru, atau pengen ikut trend mode terkini dalam gaya hidup dan itu semua membutuhkan dana yang tidak sedikit, iya kan ? Padahal itu hanya sekedar memuaskan gejolak nafsu kita saja. Seperti ungkapan “sekedar memenuhi kepuasan bathin saja”. Padahal ada sebuah ungkapan dari Ibnu Athaillah :
“Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Alah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana”(Ibnu Athaillah) .

Coba kita berfikir dengan jati yang jernih, apakah hidup kita hanya sebatas memenuhi kebutuhan syahwati saja ? Bukankah keinginan-keinginan itu hakikatnya adalah syahwat yang hukumnya boleh asal tidak jatuh pada isrof (berlebih-lebihan). Kalau hidup kita hanya untuk memenuhi kebutuhan syahwat, apa bedanya kita dengan makhluq Allah yang lain yang tidak diberi anugerah akal seperti halnya binatang ? bukan kah Robb mu sering sekali memperingatkan dengan bahasa “’Afalaa Ta’qiluun , apakah kamu tidak berfikir ??” . Atau bahasa kitanya : “mikir loe..mikir..atuh….!!” Sebagaimana seorang ulama Imam Al Ghazali mengatakan :
"Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu, yang paling besar di dunia ini adalah nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah amanah, yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat, yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia."(Imam Al-Ghazali)

Bagi orang orang beriman melihat indahnya dunia hanya sebatas genggaman tangan, dia tak pernah sudi meletakkan dunia di hatinya, sehingga orang beriman tidak akan pernah sulit untuk melepas kenimatan nya dan berbagi dengan orang lain. Sebagaimana sebuah hadits yang mengatakan : “Letakkan dunia itu di tanganmu bukan di hatimu”

Maka sobat, manfaatkanlah nikmat harta, uang dan nikmat yang lain ke jalan yang di ridhoiNYA dan jangan berlebihan dalam menghabiskannya untuk kesenangan syahwat kita saja.

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas'ud)

Wallahu’alam
~ dewi ~

Tuesday, 30 Nop 2007 /18.00 wib
Coret2 sambil nunggu maghrib

Senin, 26 November 2007

Dari do’a bersemilah cinta....

Iseng sambil istirahat kerja, ku buka friendster ku. Ada sebuah testimoni yang isinya sangat singkat ’Saya sayang mbak’. Agak aneh memang koq ujug-ujug ada yang kirim testimoni begitu dari seorang teman yang aku tahu dari avatarnya dia adalah seorang wanita. Aku belum membalas testimoni itu. Selanjutnya, aku lihat sebuah bulletin dari seorang teman yang menuliskan testimoni tadi. Aku tertarik dengan judulnya ’ Ada yg mengetuk2 hati saya malam ini ’Dengan rasa penasaran, aku buka bulletin itu.

’Assalamu'alaikum wrwbYa 4jj1 berikan rahmat dan ridhoMU
selalu pada nya ukhti qu yang sedangmilad.
Limpahkan hidupnya dengan barokahdari MU selalu.
Dan berikanlah petunjukMU di setiap langkah dan desahan nafasnya.
Cintailah ia dan jadikan makhluq-m akhluqmu juga menyintainya YaaRobb.
Mudahkan ia dalam segala urusannya.
Aamiin
from
ukhtika fillah’

Ku baca satu persatu kalimat di dalamnya. Sudah hampir setengah dari isi buletin itu aku baca, dan sepertinya aku pernah membaca sebelumnya tulisan itu. Tapi aku nggak tau dimana.
Aku pun melanjutkan ke kalimat berikutnya. Dan ternyata si penulis menceritakan tentang perasaan hatinya yang sedang jatuh cinta, setelah membaca tulisan yang baru aku baca tadi. Sebuah untaian do’a di hari miladnya. Dia mengatakan :

’Sungguh.., saya jatuh cinta pada orang yang mengirimkan pesan ini pada sayah.. Saya bahkan tidak tahu siapa dia. Saya tidak pernah melihat wajahnya sekalipun, saya benar2 tidak mengenalnya..’ . Kemudian dia menuliskan ’Tapi begitu saya baca pesan ini di inbox saya, saya langsung tahu dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yg telah berhasil membuat saya jatuh hati. Dan dengan bangga saya post tulisan dia di buletin ini. Saya pengen bilang pada dunia, "Hey! Jangan pernah takut kehabisan cinta!"Luv u so much, sister! :)’

Ya..ya...aku ingat sekarang, tulisan itu adalah ucapan milad yang aku ucapkan pada temen ku yang menulis testimoni ’Saya sayang mbak’. Aku baca lagi bulletin tadi. Ku lihat betapa perasaan bahagia yang membuncah dalam tulisan itu, perasaan memiliki cinta dan perasaan tersanjung karena mendapat untaian do’a. Aku lihat betapa bangganya dia menyantumkan do’a singkat itu dan tentang orang yang menuliskan doa penuh cinta itu. Dalam hati aku jadi malu sendiri, padahal awalnya tidak terlalu istimewa bagiku untuk menuliskan do’a milad itu kepada teman-teman di friendster ku. Tapi kali ini sepertinya aku menemukan nafas ukhuwah yang berbuahkan cinta di balik do’a milad yang biasa-biasa aja menurutku tapi memiliki makna yang begitu mendalam bagi yang menerimanya. Subhanaalloh....terimakasih atas cinta dari orang-orang yang menyintai-MU ya Robb....

*************************
Kita sudah hafal tentang tingkatan ukhuwah, dan berkali-kali kita menyerukan ukhuwah Islamiyah kepada sodara-sodara kita. Tapi ternyata kita sering mengabaikan hal-hal kecil untk menyuburkan ukhuwah itu. Dan hal-hal kecil itu pula yang menjadikan ukhuwah semakin terasa bumbunya. Sobat, bukankah wajahmu yang tersenyum manis kepada saudaramu merupakan sedeqahmu padanya. Beliau SAW yang menjadi Qudwah kita juga sangat memperhatikan suburnya ukhuwah bersama para sahabatnya. Sampai-sampai setiap sahabatnya merasa dirinyalah yang paling dekat dan paling disayang oleh Beliau SAW.
Sobat, mari kita belajar untuk merangkai tangkai demi tangkai bunga ukhuwah yang akan menjadi rangkaian bunga yang indah dan menenangkan setiap yang melihatnya. Tebarkan sebanyak-banyaknya cinta kepada sodara-sodara yang kita temui. Lapangkan dada ketika cinta yang ditebar tak berbalas dengan cinta yang sama indahnya. Karena Alloh lah kita menebar cinta itu, kepadaNYA lah kita berharap terbalasnya cinta dengan anugerah cinta terindah dariNYA.

Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia menyintai saudaranya sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri (HR.Muslim)

Wallahu’alam

Medan bekerja, tak semudah medan bicara…

Berapa banyak orang yang hanya mampu mengkritisi tapi tidak mampu memberikan kontribusi. Berapa banyak yang hanya mampu bergerak dalam tataran konsep tapi mandul ketika diminta terjun ke medan laga. Itulah yang kebanyakan terjadi pada bangsa ini. Ketika orang lain menginjakkan kakinya di medan bekerja begitu banyak yang siap menjadi pengamat tapi enggan ikut berjuang bersamanya. Tapi ketika sedikit kesalahan yang dilakukan karena keniscayaan, sebuah ketidak sempurnaan dari sorang manusia dan system yang dibuat oleh manusia maka dia begitu gigihnya menyalahkan bak pahlawan kesiangan.

Begitu dalam dunia dakwah. Dalam jamaah dakwah ini, tanpa sadar aku terseret perlahan ke dalam golongan orang-orang tersebut. Ketika saudara-saudaraku sudah bergerilya dari desa ke desa, dari ta’lim ke ta’lim . Pun ketika ada pesan amsuk di hp ku. ’Assalamu’alaikum.Ukhti tolong gantikan ane siang ini ngisi keputrian di kampus ya. ’afwan hari ane ndak bisa keluar kantor. Tolong ya..’. Seketika muncul seribu satu alasan ku untuk menolak permintaan ukhti tersebut. Terbayang di kepalaku perkerjaan kantor, tugas dakwah yang ingin aku kerjakan di waktu istirahat siang ini, menghadiri pengajian jumat siang, de el el. Sekan-akan alasan-alasan itu menjadi pisau yang sangat tajam untuk mematahkan permintaan ukhti ku tadi. Astaghfirulloh....maafkan aku ukhti..

Memang , jujur saat itu kaki ku seolah menjadi sangat berat melangkah untuk memenuhi permintaan itu. Jalanan yang biasanya pada jumat siang sangat padat, udara yang panas, tempat yang aku tidak begitu tahu dimana, seakan menjadikan pelengkap syahwat malas ku, ketika itu.

Seketika terlintas kembali di alam bawah sadarku buku yang baru aku baca malamnya ’Episode Cinta sang Murobbi’. Kisah tentang seorang mujahid dakwah yang sekarang telah di panggil oleh Robb-nya. Rumah yang reot, tapi dia mampu ’me-nyulap’ rawa-rawa dekat rumahnya menjadi Islamic Center yang penuh dengan kegiatan dakwah dan kajian-kajian ke-Islaman. Bagaimana dia mengorbankan waktu istirahat malamnya, ketika orang sudah lelap dengan mimpi indah dia masih bercengkrama membicarakan agenda dakwah dengan para sahabatnya sampai dini hari. Tapi aku.....???
Aku semakin tertohok ketika teringat sebuah seruan dari NYA ’Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah di jalan 4jj1....’ Tersentak aku seolah berada di jauh di inti bumi, aku merasa malu. Kenapa aku yang sudah menginfaq kan hidupku di jalanNYA bermental sangat memalukan seperti ini ?? Aku ingat salah satu taujih Almarhum syeikh tersebut di buku itu : ’Antum akan di uji pada titik terlemah antum’. Ya Alloh betapa lemahnya aku..Aku hampir gagal dalam ujian yang belum ada apa-apanya dibandingkan para pendahuku, aku nyaris kalah dengan syahwat ku. Tanpa pikir panjang, membiarkan jiwaku yang lemah semakin layu, aku mulai menyusun materi yang akan aku bawakan siang itu. Bismillah....

Sobat ku di jalan dakwah...
Sudah kah kita menyambut setiap seruan dakwah, seruan jihad dari NYA ? Ataukah kita lebih sering kalah dengan syahwat ketika seruan itu datang dengan berjuta alasan yang di ada-adakan ?? Na’udzubillah...

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS.At-Taubah:41)

Minggu, 30 September 2007

Aneh….memang aneh…

Hari ini aku mulai keluar rumah, kebetulan hari ini ada seminar dan aku salah satu yang memiliki tanggung jawab untuk susksesnya seminar itu. Waktuku gak banyak lagi agar tiba tepat waktu di tempat, mau gak mau aku harus menaikkan speedometer sepeda motorku sampai 50km/jam. Ups..ternyata aku kejebak harus menunggu lewatnya kereta api. Ternyata jalan kereta api agak lambat jadi semua kendaraan harus menunggu lebih lama. Tiba-tiba ada sepeda motor yang melewati saja palang penghalang itu. Satu, dua, tiga dan seterusnya….eh..eh..aku berfikir, apa mereka-mereka ini gak tau rambu-rambu lalu lintas apa? Atau mereka gak berfikir perbuatannya tidak hanya mencelakakan dirinya sendiri tapi juga orang lain.
Dan ak
u mencoba mencari jawaban terbaik dari itu semua, dan kutemukan mungkin orang-orang yang menerobos palang kereta api itu adalah orang yang sangat menghargai waktu. Sehingga tidak ada namanya waktu yang boleh kosong walaupun sekedar menunggu beberapa menit sampai lewat kereta api.Great…
Walau jawaban ini terdengar aneh..mungkin ini jawaban terbaik untukku, jadi kepalaku gak perlu pusing-pusing mikirin kegilaan mereka menerobos palang rel saat kereta api tinggal beberapa meter saja dari palang itu.
Setelah kereta api lewat perlahan aku menaikkan speedometer motor ku. Terus aku berjalan, sambil sibuk dengan fikiranku tadi, sibuk dengan kegilaan sebagian orang dari bangsa ini, keanehan mental bangsa ku. Di depanku sudah lampu merah. Nah disini aku kembali melihat keanehan itu. Manusia-manusia aneh tadi kembali ku temukan. Dengan enaknya mereka menerobos lampu merah, padahal mungkin dalam detik yang sama kendaraan lain dalam arah yang berlawanan akan lewat juga. Sobat, mungkin ini hal yang bisa kita lihat. Atau mungkin pernah atau bahkan sering kita lakukan. MasyaAlloh...
Ya tanpa kita sadar, sudah sekian banyak pengendara lain yang kita rampas hak mereka untuk lewat. Tanpa sadar juga, kita telah memberikan peluang sekian manusia untuk berada dalam ancaman kecelakaan karena perbuatan kita, peluang untuk berakhir hidup mereka melalui kita. Yah orang-orang yang menerobos itu seolah-olah telah menjelma menjadi orang yang paling menghargai waktu di dunia ini. Jadi ia tidak bisa menyisihkan waktu barang sebentar untuk menunggu giliran lampu hijau.
Tapi sayang beribu sayang. Dibalik asumsi ku tadi, asumsi bahwa aku sedang melihat manusia yang peling menghargai waktu di dunia ini, sehingga dengan mudahnya merampas hak orang lain, mengancam keselamatan jiwa orang lain, aku melihat realitas ratusan atau ribuan anak muda, orang tua, yang ku lewati setiap harinya di pinggir jalan yang kerjanya hanya nongkrong-nongkrong tanpa ada sesuatu yang produktif yang mampu mereka hasilkan. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku dua hal yang sangat kontradiksi itu. Dua sisi yang saling bertolak belakang...
Ternyata sebagian dari bangsa ini hanya mampu menuntut HAK tanpa perduli dengan KEWAJIBAN. Aku hanya berharap, aku, dirimu dan kita semua tidak menambah daftar panjang orang aneh yang ada dalam kisahku tadi. Karena setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawabannya.

Barang siapa yang mengerjakan kebajikn seberat biji dzarroh akan ada balasannya. Dan barang sapa yang menegrjakan kejahatan seberat dzarroh akan ada balasannya. (QS. Al Zalzalah (9) : 7-8)

Sabtu, 15 September 2007

Seandainya rodaku dibawah, dunia ku malam

Hari ini aku sengaja gak bawa motor ke kantor. Biarin nebeng aja ama bos, biar hemat bensin dan enak tinggal duduk ajah (hehehe….). Perlahan motor pun melaju, angin sepoi-sepoi mengayun-ayunkan jilbabku….subahanalloh indahnya pagimu Ya Alloh.. J

Kami mulai melewati jembatan yang tinggi yang dibawahnya ada sungai. Sekilas mataku tertuju dengan seorang bapak yang sedang susah payah mendorong gerobak yang penuh berisi pisang di jembatan itu. Mataku tak mau beralih dari menatap pemandangan itu. Serasa aku ikutan capek lihat nafasnya yang tersengal-sengal karena menahan beratnya beban di gerobaknya.

Aku mulai membandingkan dengan diriku, yang sedikit lebih beruntung dibanding dia. Kerja gak perlu panas-panasan. Gak perlu keluar tenaga banyak, duduk di kursi yang nyaman. Dan walau sedikit aku punya anggaran yang bisa diaharapkan tiap bulannya. Sementara bapak itu…keuntungan dari jualan pisangnya gak seberapa (menurutku), belum lagi harus berhadapan dengan pembeli yang soal tawar-menawar gila benerrr….menzholimi penjualnya. Aku belum punya tanggungan yang harus di biayai, bapak itu mungkin anaknya 3 , empat atau mungkin 6 orang. Masya4jj1…gimana dia mengatur keuangan rumahtangganya…

Lama aku menatap wajahnya yang walau terlihat lelah tapi ada semburat ketabahan dan keikhlasan menjalani hidupnya itu. Prends..mungkin kita akan berfikir itu emang sudah taqdir hidupnya, nggak perlu capek-capek mikirin gituan deh…Ya mungkin kita bisa mengatakan gitu. Tapi , ingatlah sobat gak selamanya roda itu diatas, gak selamanya dunia itu malam. Ada kalanya malam beranjak digantikan sang surya, ada kalanya roda yang tadinya di atas menjadi di bawah. Saat ini kita yang di atas, belum tentu besok. Mungkin karena keserakahan kita, keegoan kita, ketidak perdulian kita Dia mengambil sumber rezeki yang selama ini kita bangga-banggakan. Mendadak perusahaan bangkrut, atau usaha kita yang ditipu orang, atau toko kita terbakar, na’uudzubillah..
Seandainya rodaku di bawah, duniaku menjadi malam. Semua kemudahan menjadi sulit, semua kenikmatan menjadi kesengsaraan. Sobat…Kalau 4jj1 mau untuk mengambil semua yang sedang dititipkannya pada kita , hanya sebentar saja sobat. Bukankah seluruh harta yang kita miliki, bahkan tubuh ini, wajah yang cantik , tampan atau otot yang kekar semua itu adalah titipannya ?

Jangan sampai Dia menegur kita, baru jiwa kita yang serakah tersadar. Walau belum terlambat untuk bertaubat tapi sungguh waktu yang tersisa belum tentu bisa menebus semua kezholiman kita.

Sobat, mari kita jadikan bulan suci ini adalah bulan untuk mengasah kelembutan hati, Bulan untuk berbagi. Rp.1,- yang kamu keluarkan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan dari yang engkau berikan. Bank mana yang mau memberikan bungan 1000%. Memang sangat indah jika melakukan jual beli dengan Dzat Yang Maha Kaya . Subhaanalloh.. J

Welcome mylove Ramadhan


Ramadhan kembali menyapa para perindu akan kehadirannya…

Ramadhan tahun ini, sedikit berbeda yang ku rasakan. Alhamdulillah…aku merasa lebih bersuka cita untuk meyambutnya dari tahun-tahun sebelumnya. Aku mulai menyusun target-target ramadhan. Target yang akan menjadi awal dari perbaikan diriku, dalam rangka pen-tarbiyahan jiwa yang masih sering terlena dengan dunia dan syahwat.
Tahun ini aku tetapkan target-target ramadhan , begitu juga tahun lalu. Aku coba berkompetisi dengan para cintaku at my second family. Tahun lalu aku kalah kompetisi. Target ku lulus juz 30 (hihi..malu euy udah guedee gini baru mau juz 30, biarin ah….nyang penting semangaaattt :D) . Ternyata rival ku gak jauh berbeda kondisinya dengan aku, dia kalah juga karena gak mencapai target, hehehe….. Jadi deh kantong kami jebol untuk bayar kompensasi, tapi jangan khawatir prends…. Orang yang membutuhkan yang dapet rezeki dari kekalahan kami, menyedihkan tapi happy ending juga liat ada yg seneng J

Tahun ini….
Aku coba tetapkan target-target ramadhan (apa tuh targetnya…..ada deh ;) )
Prends..terkadang aku merenungi betapa rapuhnya diri ini. Hanya untuk mengkhatamkan satu juz perhari koq rasanya ada aja penghalangnya. Aku malu dengan saudara-saudaraku di Palestine, mereka dalam kondisi perang bisa lebih dari satu juz perharinya. Belum lagi shoum mereka sepanjang perang lebih banyak shoum daripada kenyang perutnya. Yah dari shoum juga kekuatan para mujahid di perang Badr menemukan semangat jihad mereka.

Sobat..
Bulan ramadhan seluruh stasiun televisi seperti disulap untuk ikut menghadirkan suasana ramadhan, sinetron yang dikemas pake bumbu2 Islami walau ujung-ujungnya juga banyak mudharatnya kalau ditonton. Artis-artis yang doyan buka-bukaan, bulan romadhon semua mendadak nempel songkok atau apalah namanya di kepala mereka (dibilang jilbab juga gak jelas gituh..). Ah..pusyingggg deh mikirin para artis itu (sapa lageeee yang nyuruh mikirin , hehehe…).

Semoga…
Tahun ini adalah ramadhan terbaikku..ramadhan terbaikmu, dan ramadhan terbaik seluruh mukmin yang merindukan kehadiran ramadhan…Semoga..ini bukan ramadhan terakhirku



Taqabbalallaahu minnaa waminkum..

Minggu, 19 Agustus 2007

Ketika Keikhlasan Diuji

Prolog
*********************************
Hari itu, bukan lah hari yg sistimewa untuknya. Tapi hari itu, adalah hari yang cukup sial ’menurut sebahagian orang yang kurang mampu bersyukur’. Yah, sudah beberapa hari ini laki-laki itu pulang ke kampung halamannya untuk sebuah urusan atau sekedar melepas lelah. Di kos nya, sepeda motornya di tinggal, dan dititipkan pada adiknya yang juga satu kos dengannya. Sepulangnya dari kampung dia mintadijemput oleh adiknya itu. Tapi setelah beberapa jam menunggu, orang yang ditunggu tidak kunjung muncul batang hidungnya. Hatinya mulai resah, saar itulah HP nya berdering, lalu ada sebuah suara yang mengatakan , bahwa adiknya tidak bisa menjemput di terminal , karena sepeda motornya yang dipinjm teman satu kosnya di tengah jalan mengalami kecelakaan, sepeda motor di sita oleh polisi, tidak hanya itu kondisi sepeda motor juga babak belur. Tidak ada yang mampu diucapkan laki-laki itu. Dia langsung pulang ke kosnya dengan naik angkot, setelah itu berangkat ke rumah sakit. Kondisi temen yang membawa sepeda motornya cukup parah, tidak berbeda dengan kondisi sepeda motor miliknya yang dipinjamkan ke teman yg sekarang sedang dihadapannya ini. Keesokan harinya dari rumah sakit dia langsung berangkat ke kantor, dengan penampilan kusut. Kemudian dia menceritakan pengalaman yang baru di alaminya. Seorang ibu, ngomentari . ”Kalau udah begitu kesel yah jadinya, dia minjem sepeda motor kita, taunya kecelakaan. Udah sepeda motor kita habis, urusan ke polisi lagi”. Dengan tenang laki-laki itu menjawab ”Yah, dia juga nggak mau kecelakaan, bu. Mau gimana lagi, ya biarlah...”

****************************

Satu pelajaran berharga aku peroleh hari ini, tentang sebuah kata yg tidak mudah untuk diaplikasikan walau teorinya sudah tamat di bahas. IKHLAS . Sobat kejadian diatas mungkin dianggap sesuatu yang sial yang menimpa hidup kita. Sepeda motor yang masih kredit, sepeda motor satu-satunya yang membuat dirinya bisa mobile kemanapun, ternyata harus babak belur karena di pinjam. Belum lagi kerepotannya harus berurusan dengan polisi dan pihak yang terlibat dalam kecelakaan itu. Tetapi kita lihat sikap laki-laki tersebut menerima taqdirnya. Hanya satu kata yang dapat melukiskan ketenangan yang muncul dari pribadi itu, pribadi yang IKHLAS.

Sobat, ketika ego ingin berontak menuntut hak, ketika ke –AKU an merajai hati, ketika emosi menguasai logika berfikir, tapi ketika itu juga nurani mengetuk bilik yang masih belum terjamah oleh syahwati. Keikhlasan yang merupakan implementai dari dalamnya iman, berfungsi sebagai bendungan yang menghalangi derasnya gejolak hati yang lebih didominasi oleh syahwat. Sobat, terkadang emosi hati sering sekali meledak, dan dimuntahkan melalui lisan kita yang sangat tajam bak pisau, melukai sekian banyak hati. Terkadang sering sekali kita belum mampu menjadi orang yang menerima apa adanya segala taqdir yang telah terjadi. Alhasil , dengan mudah jari ini menunjuk ke siapapun untuk menjadi objek penyebab taqdir itu. Padahal ketika 4jj1 menaqdirkan akan sesuatu, walaupun seluruh penghuni langit dan bumi menghalanginya, sesuatu itu akan tetap terjadi. Jadi apa alasan kita untuk menunjuk orang lain menjadi penyebab terjadinya taqdir itu ?

Bagi seorang mukmin, tidak ada kata lain yang lebih indah untuk diucapkan dan menjadi solusi yang akan menjadi embun penyejuk hati yang terbakar emosi, IKHLAS menerima taqdir yang telah di tetapkanNYA. Ikhlas dapat meredam hati yang sibuk dalam kalkulasi dunia, ikhlas dapat meredam sangkaan-sangkaan yang tidak baik terhadap semua makhluqNYA dan terhadap KHALIQnya. Mari kita tetap melakukan riyadhoh hati dengan IKHLASH. Semoga 4jj1 menjadikan hati kita semakin lembut seperti hati Abu Bakar ...[ Aamiin Allaahummaa Aamiin ] :)

Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim)

Minggu, 29 Juli 2007

Keluargaku, pendukung dakwah qu


Epilog
********************
Semalam petang, menjelang maghrib aku bersama seorang ukhti, berniat pergi ke sebuah pernikahan kakak dari seorang akhwat. Sampai tibanya disana, terdengar suara musik , dangdut ‘kucing garong’ yang sangat keras. Mulanya saya berfikir ada pesta juga deket rumah akhwat tadi. Tapi setelah kenderaan ku semakin dekat melaju menuju rumahnya, ternyata suara itu semakin dekat juga. Dan setibanya di rumah beliau (akhwat tadi), aku langsung lemas. Innaalillaah, Ya Robb. Di depan para undangan seorang wanita sedang bergoyang , ‘erotis’ dengan diiringi nyanyian ‘kucing garong’.
Aku berusaha mencari-cari alasan, kenapa kondisi seperti itu terjadi di rumahnya, di keluarga kandungnya. Aku tidak ingin, menjadi hakim dari apa yang ku lihat terhadap ukhti qu itu. Oh…pasti beliau udah mencurahkan semua tenaganya untuk menghalangi adanya musik jahiliyah itu dirumahnya, oh..mungkin dia sudah berusaha maksimal tapi tidak mendapat dukungan dari keluarga, oh..mungkin..dan mungkin…


***********************

Saudaraku fillah yang sentiasa tetap dalam istiqomah dan sabar dalam panjangnya jalan dakwah ini..
Kejadian di atas, sangat menyakitkan untuk diriku, dan pasti juga sangat menyakitkan untuk saudaraku tadi. Tapi ada mutiara indah di balik kejadian itu yang bisa kita kumpulkan untuk dijadikan gelang atau kalung yang akan semakin menghias setiap episode kehidupan kita. Ukhti, mungkin engkau adalah aktivis tulen dalam Lembaga Dakwah di kampusmu. Mungkin engkau seorang, orator ketika meneriakkan perang terhadap kemaksiatan, atau mungkin engkau seorang yang memiliki belasan binaan di luar rumahmu. Tapi pernahkah sejenak dirimu melihat, apakah adik, kakak, sepupu, orang tua atau orang-orang di rumahmu juga merasakan sentuhan dakwah mu itu ?
Atau kau hanya menjadikan rumahmu hanya sebatas tempat ‘numpang tidur dan numpang makan’ ?. Pergi pagi dan pulang malam, pindah dari satu dauroh ke dauroh lain, dari satu halaqoh ke halaqah lain, seminar dan segudang aktivitas yang menyita seluruh durasi waktu 24jam yang engkau miliki setiap harinya. Saudaraku, gimana kabar saudara-saudara kandungmu ? orangtuamu ? Sudahkah kau penuhi hak mereka untuk mendapatkan dakwah fardhiyah darimu?
Saudaraku di jalan 4jj1, jalan dakwah ini amat panjang, membutuhkan kekuatan orang-orang yang ikut bergabung dalam kafilahnya. Dan kekuatan terbesar adalah dukungan dari keluarga. Jika engkau memiliki adik, apakah dia sudah engkau persiapkan untuk menjadi jundi kecil, yang nantinya akan melanjutkan estafet dalam regenerasi dakwah ini? Orang tuamu, adakah mereka menjadi orang pertama yang akan mengumpulkan kekuatanmu diasaat engkau berada dalam klimaks keletihan dalam menyelesaikan seluruh amanah dakwah ini? Atau bahkan sebaliknya, mereka menjadi orang yang berada dalam ring terdepan untuk menghalangi seruanmu ?

Ampuni kami Ya Robb, atas kelalaian kami memenuhi hak dakwah keluarga-keluarga kami.
"Buat para jundi-jundi dakwah, perjalanan ini masih sangat panjang, walau bukan kita yang akan menyaksikan kemenangan ini, insy4jj1 generasi kitalah yang akan menyaksikan tegaknya khilafah fil ardh"

Sabtu, 28 Juli 2007

Harga sebuah kelalaian

Epilog
*********
Aku pengen curhat nih , hehehehe....mudah-mudahan bisa jadi pelajaran buat sobat semua ;). Dimulai dari berakhirnya ujian akhir semester, aku merasa bebas di pundakku yang beratnya seberat bukit tursina (emang pernah manggul bukit tursina ? hehe..kan cuma ungkapan hiperbola..peace..ah.. ;) ) . Hari-hariku mulai nyantai tanpa kewajiban ngampus sehabis pulang kerja, nyantai euy...
Tiba saat yang menentukan, nilai UAS qu keluar, dengan semangat veteran 45 (hihihi..) aku berangkat ke kampus, sepeda motorku masuk area kampus, lewat pak parkir , ambil kartu parkir dan akhirnya dapat tempat parkir yang nyaman, yaps... Letakkan helm, kunci setang dan aku pun bergegas masuk ruangan jurusan anak informatik. Nah itu dia, bundelan rekap nilai ujian semester. Dug..dug..jantungku mulai berdebar kencang, aku buka lembaran itu satu persatu, beberapa nilai alhamdulillah lumayan bagus, nilai B, cukuplah ... , tapi ups...mataku tertuju pada satu nama, dan kulihat nilai yang tertera, D, innaalillaahh...dan ku buka mta kuliah yang lain , nggak jauh berbeda, C, dan yang lain D lagi, trus..D lagi...gubraks!!!
Ya 4jj1 ada apa gerangan dengan nilai-nilai ini, ku pikir ada yang salah pasti, ada yang nggak adil. Ku coba cek ke detail nilai, dan ternyata dapat biangnya. Ya, ternyata nilai mid semester qu ’null’ , asli bro..sist...  . Ku flash back lagi fikiranku ke beberapa bulan yang lalu, hm... ups.. baru ingat, ternyata aku gak ikut mid semester mamang, karena musibah kecelakaan beberapa bulan lalu. Dan aku juga ingat saat itu, aku malas banget ngejar-ngejar dosen ku tercinta buat minta ujian susulan, sampai akhirnya beberapa matkul gak ikut ujian mid susulan. Tidak diragukan matkul itulah yang menyumbangkan nilai D untuk qu.
Sobat, tau nggak, bisa dibayangkan kalau mau ikut ujian susulan harus bayar 50ribu per sks, dan aku ngulang 3 matkul yang masing-masingnya 3 sks. Kalikan sendiri deh, udah berapa yg harus di bayar. Belum lagi aku harus ambil SP (Semester pendek) untuk memperbaiki nilai semester ganjil karena aku juga jarang masuk akibat ’lalai’. Setelah ku hitung-hitung ternyata hanya untuk perbaikan nilai gara-gara ’lalai’ tadi harus ku habiskan 650ribu rupiahs...weeewww. lebih setengah juta euy... (hiks..hiks..)
Padahal uang segitu kalau buat orang-orang yang kekurangan bisa buat makan hampir sebulan. Tapi aku, hanya ku habiskan beberapa menit di bank kampus untuk membayar kelalaian qu. Ya Robb ampuni aku..

**********************************
Lalai, kebiasaan yang selalu bahkan menjadi rutinitas yang mengisi hidup kita. Tak terasa perlahan tapi pasti dia telah menjajah sisi produktivitas seorang manusia, khususnya diriku yang sudah mengikrarkan diatur oleh Islam. Padahal aku tahu bajwa 4jj1 sangat tidak manyukai hamba-hambaNYA yang larut dalam perbuatan yang sia-sia (laghwun).
Sobat qu, epilog di atas tidak jarang menimpa kita, bahkan di kalangan aktivis dakwah sekalipun. Perkara kecil yang sering kita tunda-tunda, menganggap enteng semua hal, dan membiarkan ke sia-siaan adalah sebuah kezholiman yang bisa menjadi biang dari semua masalah. Awalnya mungkin efek yang ditimbulkan tidak begitu besar, tapi ketika hal ini sudah menjadi karakter dalam diri, tinggal tunggu saatnya masalah besar akan menimpamu. Bukankah Al-Quran yang mendidik kita ”...ketika selesai sebuah pekerjaan, lakukan dengan sungguh-sungguh pekerjaan yang lain (QS.94:7)” ? Hasan Al Banna menasehati dalam taujihnya ”Akhi, sungguh amanahmu jauh labih banyak dari waktu yang tersedia maka segera selesaikan urusanmu dan bantulah saudaramu untuk menyelesaikan urusannnya”. Betapa 4jj1 memberikan garansi kepada ummat ini, bahwa mereka adalah ummat yang terbaik untuk seluruh ummat manusia, tapi jika mental-mental seperti itu yang ada pada diri kita, sepertinya perubahan ummat ini menjadi lebih baik, dimulai dari perubahan masing-masing individunya termasuk dirimu dan aku, juga kita semua hanya sebuah utopia.
Sobat, jangan biarkan engkau menjadi manusia yang lemah dan tanpa manajemen hidup. Jangan kubur dirimu dalam sikap pesimis untuk memulai sebuah perubahan. Kamu tau kan, kakek Einstein (hehehe...sejak kapan jadi eyang kakung qu :D) gimana gigihnya, waktu beliau dihabiskan untuk menemukan elemen-elemen yang menjadi cikal bakal lampu-lampu di dunia ini. Kalau dulu kakek Enstein punya mental seperti aqu (ups..) mungkin dunia ini masih gelap gulita .
Ok sobat, sekarang bangkit dari tempat dudukmu, mulai selesaikan satu persatu pekerjaan yang tertunda tadi. Dan buat target dari setiap pekerjaan, insy4jj1 akan ada perubahan besar pada dirimu.


Jumat, 27 Juli 2007

Kepada ukhti yang sedang menunggu di sayup rindu


Assalamu’alaikum wrwb

Kepada ukhtiqu tersayang yang sedang menunggu di sayup rindu

Ukhti mendengar curah hati, dilema yang anti rasakan, kebingungan yang tak berkesudahan sesungguhnya itu semua akan ada akhir, sebagaimana ada pangkal akan ada ujung nya. Fitnah yang selama ini menimpa, sesungguhnya itu bagian dari ujian kesabaran untuk semakin mengokohkan pemahaman kita akan makna ukhuwah sesungguhnya, tingkatan terendah dari ukhuwah adalah berlapang dada dan husnudzhon. Apakah itu sudah menjadi karakter yang senantiasa ada dalam diri ketika fitnah mendera kita. Ya itu semua merupakan proses tarbiyah dari 4jj1.

Demi 4jj1 tidak mudah untuk menjadi kader sejati, ketsiqohan pada murobbi terkadang harus diuji dengan segudang kekecewaan, saat profil ideal seorang murobbi melintas di benak dan harus berhadapan dengan reaalitas murobbi yang ‘menurut kita’ tidak sesuai dengan keinginan kita padahal belum tentu menurut 4jj1, iya kan ti . Ya itulah cara 4jj1 mentarbiyah kita, membuat fikroh kita semakin matang, pembentukan karakter seorang mujahidah sejati yang sabar menjadi pakaiannya dan tsiqoh menjadi makanan pokoknya dalam kerangka taat pada 4jj1 dan RasulNya.

Ada sebuah taujih yang begitu membuat hati ini semakin merasa malu :
“Akhi.....jama'ah ini adalah kumpulan manusia.....ini adalah rumah kita dan rumah antum juga....pastilah menyimpan banyak keunggulan dan juga banyak kelemahan sebagai hasil ijtihad manusia.....maka jika antum melihat kekurangannya.....mari kita bersama untuk memperbaikinya.....setiap masa dan setiap zamannya memiliki karakter yg berbeda....sehingga kehadiran antum di jama'ah ini.....bukan sebagai jaminan antum masuk ke surga.....tetapi sebagai teman kami dalam membangun peradaban Islam yg sedang carut marut ini....kami harap antum mengerti bahwa kita bukanlah pengikut Muhammad yg terbaik.....betapa banyak orang-orang yg baik....tetapi mereka tidak bersama kita.....dan kita yg berada di sini .....janganlah merasa tinggi hati.....karena keberadaan kita dalam jama'ah ini bukanlah sebuah kemuliaan melainkan amanah yg berat....kita bukanlah siapa-siapa......kita hanyalah manusia biasa yg berusaha menggapai kemuliaan Islam dengan melalui jalan tarbiyah ini......dan tarbiyah ini pulalah yg telah menghasilkan pejuang-pejuang tangguh Palestina......bagaimana dgn kita....apa kontribusi kita bagi ummat.....jangankan darah dan jiwa......seujung kukupun masih belum ada....oleh karena itu semoga Allah memudahkan kita dalam menggapai cita dengan segala kemampuan dan daya upaya kita sekalipun hanya sebuah doa bagi dakwah ini......"

Ukhti qu yg ku sayangi karena 4jj1
Diri ini yakin, tak tergambar rindu hati ketika menunggu pangeran, datang menjemput. Dan ada balasan kebaikan di balik penantian itu, insy4jj1. Mengingat keinginan kriteria pasangan impian kita terkadang menjadi ketakutan tersendiri kala biodata yang disodorkan tak sesuai harapan. Itu juga kekhawatiran yang diriku rasakan, tapi hal ini jangan sampai menjajah kekuatan keyakinan kita akan keadilan 4jj1. Sebuah taujih persiapan pernikahan mengatakan : ”ukhti anti jangan mau terima bersih saja dari pasangan anti, mendambakan pasangan yang udah jadi (maxdnya fikrohnya mantab, akhlaqnya kokoh, komitmen dakwah nya ok, cakep, kaya, sholeh de el el.. hehe..itu keterangan versi diriku hehehe :D ), tapi anti berdua harus sama2 belajar untuk memaksimalkan potensi diri, saling mengokohkan komitmen, dan saling mengisi kekurangan masing-masing”. Dari taujih singkat itu aku berfikir, beliau benar, bukankah Suami Ummu Sulaim menjadi seorang mujahid yang tangguh setelah keislamannya, dan itu pasti gak terlepas dari faktor seorang wanita sholehah, wanita sabar yang tak lain adalah istrinya, ummu sulaim RA. Sekali lagi ini masih tulisan, dan komitmen ini belum teruji. Wallaahu’alam

Ukhti tersayang...yang dirahmati 4jj1, insy4jj1
Terkadang profil seorang ikhwah terlalu muluk2 menguasai hati dan fikiran (ini nasihat buat diriku sendiri nih, hihih.. ), padahal kalau di pikir2 kita ini bukanlah siapa2, bahasa kasarnya ”nggak malu, minta yang macem2 sementara aku sendiri satu macem aja lom ada hehehe...”. Tapi diriku yakin 4jj1 tidak akan pernah berbuat dzholim pada hambaNYA yang sholehah, walau sekali lagi keyakinan itu belum teruji .

Sambil menunggu berakhirnya masa penantian ini, lebih baik kita menyibukkan diri untuk terus melejitkan kesholehan, memantabkan fikroh, memaksimalkan kontribusi dakwah dan menabung amal kebaikan. Tentunya seiring semakin terisi kualitas diri, ruhiyah dan fikroh insy4jj1 masa penantian itu akan terasa lebih indah, walau mau gak mau memang harus dibuat indah , dan pada saatnya 4jj1 akan memberikan kado terindah itu untuk kita ;)