Minggu, 30 September 2007

Aneh….memang aneh…

Hari ini aku mulai keluar rumah, kebetulan hari ini ada seminar dan aku salah satu yang memiliki tanggung jawab untuk susksesnya seminar itu. Waktuku gak banyak lagi agar tiba tepat waktu di tempat, mau gak mau aku harus menaikkan speedometer sepeda motorku sampai 50km/jam. Ups..ternyata aku kejebak harus menunggu lewatnya kereta api. Ternyata jalan kereta api agak lambat jadi semua kendaraan harus menunggu lebih lama. Tiba-tiba ada sepeda motor yang melewati saja palang penghalang itu. Satu, dua, tiga dan seterusnya….eh..eh..aku berfikir, apa mereka-mereka ini gak tau rambu-rambu lalu lintas apa? Atau mereka gak berfikir perbuatannya tidak hanya mencelakakan dirinya sendiri tapi juga orang lain.
Dan ak
u mencoba mencari jawaban terbaik dari itu semua, dan kutemukan mungkin orang-orang yang menerobos palang kereta api itu adalah orang yang sangat menghargai waktu. Sehingga tidak ada namanya waktu yang boleh kosong walaupun sekedar menunggu beberapa menit sampai lewat kereta api.Great…
Walau jawaban ini terdengar aneh..mungkin ini jawaban terbaik untukku, jadi kepalaku gak perlu pusing-pusing mikirin kegilaan mereka menerobos palang rel saat kereta api tinggal beberapa meter saja dari palang itu.
Setelah kereta api lewat perlahan aku menaikkan speedometer motor ku. Terus aku berjalan, sambil sibuk dengan fikiranku tadi, sibuk dengan kegilaan sebagian orang dari bangsa ini, keanehan mental bangsa ku. Di depanku sudah lampu merah. Nah disini aku kembali melihat keanehan itu. Manusia-manusia aneh tadi kembali ku temukan. Dengan enaknya mereka menerobos lampu merah, padahal mungkin dalam detik yang sama kendaraan lain dalam arah yang berlawanan akan lewat juga. Sobat, mungkin ini hal yang bisa kita lihat. Atau mungkin pernah atau bahkan sering kita lakukan. MasyaAlloh...
Ya tanpa kita sadar, sudah sekian banyak pengendara lain yang kita rampas hak mereka untuk lewat. Tanpa sadar juga, kita telah memberikan peluang sekian manusia untuk berada dalam ancaman kecelakaan karena perbuatan kita, peluang untuk berakhir hidup mereka melalui kita. Yah orang-orang yang menerobos itu seolah-olah telah menjelma menjadi orang yang paling menghargai waktu di dunia ini. Jadi ia tidak bisa menyisihkan waktu barang sebentar untuk menunggu giliran lampu hijau.
Tapi sayang beribu sayang. Dibalik asumsi ku tadi, asumsi bahwa aku sedang melihat manusia yang peling menghargai waktu di dunia ini, sehingga dengan mudahnya merampas hak orang lain, mengancam keselamatan jiwa orang lain, aku melihat realitas ratusan atau ribuan anak muda, orang tua, yang ku lewati setiap harinya di pinggir jalan yang kerjanya hanya nongkrong-nongkrong tanpa ada sesuatu yang produktif yang mampu mereka hasilkan. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku dua hal yang sangat kontradiksi itu. Dua sisi yang saling bertolak belakang...
Ternyata sebagian dari bangsa ini hanya mampu menuntut HAK tanpa perduli dengan KEWAJIBAN. Aku hanya berharap, aku, dirimu dan kita semua tidak menambah daftar panjang orang aneh yang ada dalam kisahku tadi. Karena setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawabannya.

Barang siapa yang mengerjakan kebajikn seberat biji dzarroh akan ada balasannya. Dan barang sapa yang menegrjakan kejahatan seberat dzarroh akan ada balasannya. (QS. Al Zalzalah (9) : 7-8)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalmualaikum
saya juga aneh mbak tapi hanya sebatas melakukan hal diluar kebiasaan orang lain, namun boleh dilakukan hanya saja aneh. ^_^

agak kompleks masalahnya namun dapat dipecahkan..

intinya pendidikan mbak..

sebenarnya kita adalah lebih banyak berasal dari yang kita lihat, dengar dan rasakan.. sehingga akan ada kotak dipikiran kita.. namun jika kotak itu diarahkan kepada kebaikan justru kita malah ingin melakukan kebaikan..

menurut cahaya semua orang itu lugu.. karena melakukan apa yang ada dipikirannya dan berasal dari input yang masuk kepada pikirannya, walau ada sedikit faktor genetis, tapi lingkungan sangat berpengaruh besar..

orang yang tidak lugu adalah yang tidak terkotak dengan pikirannya, yang memiliki banyak wawasan yang menjadikannya banyak pilihan dan pertimbangan dalam melakukan, berdasarkan kemampuan logika yang diberikan-Nya plus hati yang menguatkannya..

melihat keadaan sekarang, pemecahannya adalah terapi.. ada ESQ dll yang siap memecahkan masalah itu...

kalau cahaya analisis dari banyak masalah di Indonesia sebenarnya sudah banyak iptek yang kita miliki (walau gak sebanyak luar negeri) sayangnya kurang diterapkan..

jadi masalah utama adalah ESQ, iptek dapat dipertambah pelan2 asal diterapkan,

mungkin mbak bisa memperhatikan bentuk jalan raya ditempat mbak, atau perumahan dll, mbak pasti bisa menemukan kekurangan disana..

yang terkait dengan wilayah, seandanya iptek dilakukan dari yang kecil-kecil

oh ya apa yang bisa mbak lakukan untuk memperbaiki kondisi saat ini

selain berdoa, mbak pasti dapat berkontribusi dari yang kecil-kecil.. meja sendiri aja dulu

wassalam

Unknown mengatakan...

jazakillah khoir ukhti untuk nasihatnya ^_^ . Mmg untuk mengubah dunia ini, mengubah negeri ini harus dimulai dari diri sendiri. Insya4jj1 kita akan selalu memperbaiki diri kita untuk menjadi lbh baik dan juga tidak lupa mendakwahkan orang lain juga untuk juga berada dalam kebaikan ^_^