Iseng sambil istirahat kerja, ku buka friendster ku. Ada sebuah testimoni yang isinya sangat singkat ’Saya sayang mbak’. Agak aneh memang koq ujug-ujug ada yang kirim testimoni begitu dari seorang teman yang aku tahu dari avatarnya dia adalah seorang wanita. Aku belum membalas testimoni itu. Selanjutnya, aku lihat sebuah bulletin dari seorang teman yang menuliskan testimoni tadi. Aku tertarik dengan judulnya ’ Ada yg mengetuk2 hati saya malam ini ’Dengan rasa penasaran, aku buka bulletin itu.
’Assalamu'alaikum wrwbYa 4jj1 berikan rahmat dan ridhoMU
selalu pada nya ukhti qu yang sedangmilad.
Limpahkan hidupnya dengan barokahdari MU selalu.
Dan berikanlah petunjukMU di setiap langkah dan desahan nafasnya.
Cintailah ia dan jadikan makhluq-m akhluqmu juga menyintainya YaaRobb.
Mudahkan ia dalam segala urusannya.
Aamiin
from
ukhtika fillah’
ukhtika fillah’
Ku baca satu persatu kalimat di dalamnya. Sudah hampir setengah dari isi buletin itu aku baca, dan sepertinya aku pernah membaca sebelumnya tulisan itu. Tapi aku nggak tau dimana.
Aku pun melanjutkan ke kalimat berikutnya. Dan ternyata si penulis menceritakan tentang perasaan hatinya yang sedang jatuh cinta, setelah membaca tulisan yang baru aku baca tadi. Sebuah untaian do’a di hari miladnya. Dia mengatakan :
’Sungguh.., saya jatuh cinta pada orang yang mengirimkan pesan ini pada sayah.. Saya bahkan tidak tahu siapa dia. Saya tidak pernah melihat wajahnya sekalipun, saya benar2 tidak mengenalnya..’ . Kemudian dia menuliskan ’Tapi begitu saya baca pesan ini di inbox saya, saya langsung tahu dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yg telah berhasil membuat saya jatuh hati. Dan dengan bangga saya post tulisan dia di buletin ini. Saya pengen bilang pada dunia, "Hey! Jangan pernah takut kehabisan cinta!"Luv u so much, sister! :)’
Ya..ya...aku ingat sekarang, tulisan itu adalah ucapan milad yang aku ucapkan pada temen ku yang menulis testimoni ’Saya sayang mbak’. Aku baca lagi bulletin tadi. Ku lihat betapa perasaan bahagia yang membuncah dalam tulisan itu, perasaan memiliki cinta dan perasaan tersanjung karena mendapat untaian do’a. Aku lihat betapa bangganya dia menyantumkan do’a singkat itu dan tentang orang yang menuliskan doa penuh cinta itu. Dalam hati aku jadi malu sendiri, padahal awalnya tidak terlalu istimewa bagiku untuk menuliskan do’a milad itu kepada teman-teman di friendster ku. Tapi kali ini sepertinya aku menemukan nafas ukhuwah yang berbuahkan cinta di balik do’a milad yang biasa-biasa aja menurutku tapi memiliki makna yang begitu mendalam bagi yang menerimanya. Subhanaalloh....terimakasih atas cinta dari orang-orang yang menyintai-MU ya Robb....
*************************
Kita sudah hafal tentang tingkatan ukhuwah, dan berkali-kali kita menyerukan ukhuwah Islamiyah kepada sodara-sodara kita. Tapi ternyata kita sering mengabaikan hal-hal kecil untk menyuburkan ukhuwah itu. Dan hal-hal kecil itu pula yang menjadikan ukhuwah semakin terasa bumbunya. Sobat, bukankah wajahmu yang tersenyum manis kepada saudaramu merupakan sedeqahmu padanya. Beliau SAW yang menjadi Qudwah kita juga sangat memperhatikan suburnya ukhuwah bersama para sahabatnya. Sampai-sampai setiap sahabatnya merasa dirinyalah yang paling dekat dan paling disayang oleh Beliau SAW.
Sobat, mari kita belajar untuk merangkai tangkai demi tangkai bunga ukhuwah yang akan menjadi rangkaian bunga yang indah dan menenangkan setiap yang melihatnya. Tebarkan sebanyak-banyaknya cinta kepada sodara-sodara yang kita temui. Lapangkan dada ketika cinta yang ditebar tak berbalas dengan cinta yang sama indahnya. Karena Alloh lah kita menebar cinta itu, kepadaNYA lah kita berharap terbalasnya cinta dengan anugerah cinta terindah dariNYA.
Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia menyintai saudaranya sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri (HR.Muslim)
Wallahu’alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar