Hari ini aku sengaja gak bawa motor ke kantor. Biarin nebeng aja ama bos, biar hemat bensin dan enak tinggal duduk ajah (hehehe….). Perlahan motor pun melaju, angin sepoi-sepoi mengayun-ayunkan jilbabku….subahanalloh indahnya pagimu Ya Alloh.. J
Kami mulai mele
wati jembatan yang tinggi yang dibawahnya ada sungai. Sekilas mataku tertuju dengan seorang bapak yang sedang susah payah mendorong gerobak yang penuh berisi pisang di jembatan itu. Mataku tak mau beralih dari menatap pemandangan itu. Serasa aku ikutan capek lihat nafasnya yang tersengal-sengal karena menahan beratnya beban di gerobaknya.
Aku mulai membandingkan dengan diriku, yang sedikit lebih beruntung dibanding dia. Kerja gak perlu panas-panasan. Gak perlu keluar tenaga banyak, duduk di kursi yang nyaman. Dan walau sedikit aku punya anggaran yang bisa diaharapkan tiap bulannya. Sementara bapak itu…keuntungan dari jualan pisangnya gak seberapa (menurutku), belum lagi harus berhadapan dengan pembeli yang soal tawar-menawar gila benerrr….menzholimi penjualnya. Aku belum punya tanggungan yang harus di biayai, bapak itu mungkin anaknya 3 , empat atau mungkin 6 orang. Masya4jj1…gimana dia mengatur keuangan rumahtangganya…
Lama aku menatap wajahnya yang walau terlihat lelah tapi ada semburat ketabahan dan keikhlasan menjalani hidupnya itu. Prends..mungkin kita akan berfikir itu emang sudah taqdir hidupnya, nggak perlu capek-capek mikirin gituan deh…Ya mungkin kita bisa mengatakan gitu. Tapi , ingatlah sobat gak selamanya roda itu diatas, gak selamanya dunia itu malam. Ada kalanya malam beranjak digantikan sang surya, ada kalanya roda yang tadinya di atas menjadi di bawah. Saat ini kita yang di atas, belum tentu besok. Mungkin karena keserakahan kita, keegoan kita, ketidak perdulian kita Dia mengambil sumber rezeki yang selama ini kita bangga-banggakan. Mendadak perusahaan bangkrut, atau usa
ha kita yang ditipu orang, atau toko kita terbakar, na’uudzubillah..
Seandainya rodaku di bawah, duniaku menjadi malam. Semua kemudahan menjadi sulit, semua kenikmatan menjadi kesengsaraan. Sobat…Kalau 4jj1 mau untuk mengambil semua yang sedang dititipkannya pada kita , hanya sebentar saja sobat. Bukankah seluruh harta yang kita miliki, bahkan tubuh ini, wajah yang cantik , tampan atau otot yang kekar semua itu adalah titipannya ?
Jangan sampai Dia menegur kita, baru jiwa kita yang serakah tersadar. Walau belum terlambat untuk bertaubat tapi sungguh waktu yang tersisa belum tentu bisa menebus semua kezholiman kita.
Sobat, mari kita jadikan bulan suci ini adalah bulan untuk mengasah kelembutan hati, Bulan untuk berbagi. Rp.1,- yang kamu keluarkan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan dari yang engkau berikan. Bank mana yang mau memberikan bungan 1000%. Memang sangat indah jika melakukan jual beli dengan Dzat Yang Maha Kaya . Subhaanalloh.. J
Kami mulai mele
wati jembatan yang tinggi yang dibawahnya ada sungai. Sekilas mataku tertuju dengan seorang bapak yang sedang susah payah mendorong gerobak yang penuh berisi pisang di jembatan itu. Mataku tak mau beralih dari menatap pemandangan itu. Serasa aku ikutan capek lihat nafasnya yang tersengal-sengal karena menahan beratnya beban di gerobaknya.Aku mulai membandingkan dengan diriku, yang sedikit lebih beruntung dibanding dia. Kerja gak perlu panas-panasan. Gak perlu keluar tenaga banyak, duduk di kursi yang nyaman. Dan walau sedikit aku punya anggaran yang bisa diaharapkan tiap bulannya. Sementara bapak itu…keuntungan dari jualan pisangnya gak seberapa (menurutku), belum lagi harus berhadapan dengan pembeli yang soal tawar-menawar gila benerrr….menzholimi penjualnya. Aku belum punya tanggungan yang harus di biayai, bapak itu mungkin anaknya 3 , empat atau mungkin 6 orang. Masya4jj1…gimana dia mengatur keuangan rumahtangganya…
Lama aku menatap wajahnya yang walau terlihat lelah tapi ada semburat ketabahan dan keikhlasan menjalani hidupnya itu. Prends..mungkin kita akan berfikir itu emang sudah taqdir hidupnya, nggak perlu capek-capek mikirin gituan deh…Ya mungkin kita bisa mengatakan gitu. Tapi , ingatlah sobat gak selamanya roda itu diatas, gak selamanya dunia itu malam. Ada kalanya malam beranjak digantikan sang surya, ada kalanya roda yang tadinya di atas menjadi di bawah. Saat ini kita yang di atas, belum tentu besok. Mungkin karena keserakahan kita, keegoan kita, ketidak perdulian kita Dia mengambil sumber rezeki yang selama ini kita bangga-banggakan. Mendadak perusahaan bangkrut, atau usa
ha kita yang ditipu orang, atau toko kita terbakar, na’uudzubillah..Seandainya rodaku di bawah, duniaku menjadi malam. Semua kemudahan menjadi sulit, semua kenikmatan menjadi kesengsaraan. Sobat…Kalau 4jj1 mau untuk mengambil semua yang sedang dititipkannya pada kita , hanya sebentar saja sobat. Bukankah seluruh harta yang kita miliki, bahkan tubuh ini, wajah yang cantik , tampan atau otot yang kekar semua itu adalah titipannya ?
Jangan sampai Dia menegur kita, baru jiwa kita yang serakah tersadar. Walau belum terlambat untuk bertaubat tapi sungguh waktu yang tersisa belum tentu bisa menebus semua kezholiman kita.
Sobat, mari kita jadikan bulan suci ini adalah bulan untuk mengasah kelembutan hati, Bulan untuk berbagi. Rp.1,- yang kamu keluarkan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan dari yang engkau berikan. Bank mana yang mau memberikan bungan 1000%. Memang sangat indah jika melakukan jual beli dengan Dzat Yang Maha Kaya . Subhaanalloh.. J
4 komentar:
subhanAllah yang telah mengarunuai pemikiran positif pada ukhti.. hingga bisa membaca ayat kauniyah setiap kaki melangkah...........
terus berkarya.......
btw, bagi ilmu blognya..... bikin tampilannya ....
tq b4,,,,,
yo....
sahur.....
bagooos banget dwi..!
jd sadar ne, kalo slama ini gw dah beruntung banget dapat kerjaan ini.
syukur alhamdulillah.........
ya...segala puji hanya milikNYA saudaraku :). Moga kita bisa terus berbagi hikmah melalui tulisan :)
Posting Komentar