Kamis, 14 Februari 2008

Sejenak, senyum itu kembali lagi…(end)

Ini hari terakhir aku mengumpulkan uang itu, pagi ini aku cek di email, belum ada yang konfirmasi akan memberi bantuannya. Sobat.., Jujur saat itu aku sedii…ih banget, ntah kenapa..padahal bukan aku yang rugi (aneh yah.., emang .. L ) . Aku tulis email secara japri kebeberapa teman-temanku yang aku berharap mereka membantu. Ada yang aku tanyakan via sms. Alhamdulillah…, ternyata ada yang mau memberi. Hatikupun mulai berbunga-bunga.., hehehe…

Pertama terkumpul 100ribu, hp ku berdering, ada sms masuk, ternyata temanku mau membantu , alhamdulillaah…150ribu sudah. Masih belum cukup, aku coba forward permohonan bantuanku ke salah satu pegawai dikantor. Alhamdulillah , beliau membalas emailku dan menanyakan beberapa hal. Sudah aku jawab pertanyaannya. Kemudian aku dipanggil oleh pegawai itu, dan dia menyerahkan sejumlah uang. “Terimakasih bu”.., aku ucapkan padanya sambil atara percaya nggak percaya, hehehe…. Aku lihat.., Ya Robbi…beliau memberikan 350ribu…. Menjelang zuhur , ada yang memberi lagi, 450ribu dari 2 orang. Trus ebrtambah lagi, sampai berjumlah 900ribu….

Kemudian, ibu yang pegawai tadi kembali mengirim email pada ku. Kata beliau , beliau yang akan menutupi kekurangan biaya operasinya. Subhaanalloh…Ya Robbi…pertolonganMU sangat dekat ku rasakan. Uangnya segera aku masukkan ke amplop dan kusimpan dalam tas.

Sobat… tau nggak, saat itu aku seperti ketiban rezeki nomplok , halah.. Pokoknya gitu deh perasaan ku , saking sueneengnya….padahal uang itu bukan milikku (lucu yah…., ah..biarin ah.. :D). Wanita yang akan menerima bantuan itu bilang akan datang siang, ba’da zhuhur.., aku nggak sabar nunggu, ingin melihat wajahnya tersenyum, menerima pertolongan dari Allah ini, yang aku yakin pasti surprised banget untuk dia.

Waktu zhuhur tiba, aku bersiap-siap ke mesjid dan tiba-tiba hp ku berdering. Telepon dari receptionist, informasi dari receptionist ternyata wanita itu sudah tiba dikantor. Aku langsung menemuinya, dan ya Robb.., wanita itu kurus sekali sekarang. “Beberapa hari ini mbak sakit, dek” . katanya menjelaskan kondisi nya ketika aku bilang “mbak.., koq kurus banget ?” . “Mbak kita sholat dulu yah.., setelah sholat kita ke lantai 4 untuk ambil uangnya”. Ternyata wanit aitu sedang mamnu’ dan dia hanya menunggu di lobi kantor. Setelah sholat, aku bergegas ke lobi kembali. Dan aku mengajaknya ke lobi lantai 4, ruangan kerjaku.

Aku ambil amplop putih yang sudah aku siapkan. “Mbak…., Alloh mengabulkan doa mbak…, ini ada sedikit bantuan dari temen-temen saya dikantor”. “Ini pinjam kan?”, Tanya nya. “Bukan , ini untuk mbak, ndak perlu minjem” . “Loh , koq gitu ?” , dia bertanya lagi. “Ya kalau Alloh udah memudahkan apa yang nggak bisa” , jawabku meyakinkan. Dengan semangat’ 45 aku ceritakan juga tentang keinginan dari ibu pegawai tadi yang ingin membantu menutupi kekurangan biaya operasi usus Bantu adiknya. Dan dengan suka cita, wanita itu sangat gembira mendengarnya. “Ya sudah, sekarang mbak segera urus ke rumah sakit, tentang biaya dan administrasinya, biar proses operasnya bisa segera dilakukan” . “InsyaAllah” , jawabnya….

Entah kenapa hari itu aku rasakan sangat gembira, sudah bisa membuat wanita tadi tersenyum, setidaknya untuk hari itu, menjadi perantara sampainya pertolongan Allah kepada hambaNYA yang membutuhkan. Ya Alloh.., terimakasih atas kesempatan berharga ini. Jadikan aku orang yang bermanfaat buat hamba-hambaMU. Dan berikanlah barokah dan mutiara hikmah dari peristiwa ini untuk kami semua. Aamiin..Allaahummaa Aamiin

“Tidak berkurang sedikitpun harta dari seorang muslin yang di sedeqahkan di jalan Alloh, bahkan harta itu akan semakin bertambah” (hadits Shohih)

Tidak ada komentar: