Rabu, 13 Februari 2008

Renungan Menjelang Pilgubsu

Coret-coret menjelang tidur (renungan menjelang pilgubsu)

sabtu/08 feb 2008 23.00-23.30

Demi Alloh, aku letih , tubuhku lelah dengan segala amanah. Seolah Aku merasa sudah berada pada titik kulminasi segala kelelahan itu. Aku merasa tidak sanggup memikul segala amanah ini. Semua amanah ingin dipriorotaskan, semua amanah minta diperhatikan, semua amanah harus disegerakan. Aku lihat saudaraku yang lain, ada yang masih berada dalam jurang kelalaiannya, ada yang aktivitasnya biasa-biasa saja, tapi ada pula yang kontribusi dakwahnya jauh melampaui kader dakwah pada umumnya. Sampai-sampai waktu tidurnya hanya 2 jam dalam durasi 24 jam perguliran hari. Belum lagi kedua orangtuaku yang merasa dizholimi dengan kesibukan ku itu.

Ah..., itu hanyalah syahwatku yang mulai menggoda. Keletihan yang aku rasakan, kelelahan yang menggelayuti seluruh tubuhku, belum ada seujung kuku penderitaan saudara-saudaraku di palestine, yang saat ini selimut mereka adalah dinginnya malam dibalik reruntuhan rumah mereka yang telah hangus di bombardir oleh misil-misil agresor israel. Nyanyian mereka adalah dentuman roket-roket dan suara tembakan, senandung mereka adalah suara tangis anak-anak, wanita dan para orangtua yang berada dipuncak ketakutannya.

Ya Alloh betapa malunya aku pada mereka itu, apa yang aku rasakan tak pantas aku keluhkan, sementara mereka tak pernah mengeluh dengan penderitaan yang beratus kali lipat dari apa yang aku rasakan. Aku tak pantas merasa lemah padahal aku masih memiliki banyak saudara yang bersamaku memikul amanah ini, sementara mereka ditengah isolasi dari dunia luar , mereka punya saudara tapi tak memberi arti apa-apa meringankan penderitaannya. Tapi dibalik itu semua ternyata mereka tak pernah sedikitpun merasa lemah di balik segala keterbatasan. Wahai ruh...pantaskah lidah itu mengeluh ? tidak kah ada rasa malumu ??

Wahai jiwa.., tidak kah kau ingat akan janji TUHAN mu, Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, jannah Firdaus menjadi tempat tinggal mereka, mereka kekal didalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya (QS. Al-Kahfi:107-108)

Wahai jiwa.... tidak kah kau tahu, sesungguhnya TUHANmu telah memberi keutamaan dan rahmatNYA untuk orang-orang yang beriman. Tidakkah kau lebih menginginkan ridho TUHAN mu dan janji jannahNYA ?

Wahai diri..., apakah kau ragu bahwa di dalam jannahNYA terdapat kesempurnaan dan kekekalan dengan segala kenikmatan, tanpa kesusahan dan kekurangan, tidak panas , tidak pula dingin, tidak ada lelah, letih. Dan tahukah kau wahai jiwa..,di dalam jannahNYA semua penderitaan hidup, segala keletihan , kelelahan ketakutan, kekecewaan yang kau rasakan di dunia niscaya akan terlupa. Seolah seumur hidupmu di dunia kau hanya melewati segala kegembiraan dan kenikmatan tanpa kesusahan sedikitpun.

Wahai ruhul jadid...., BANGKIT dan BERGERAK lah demi ROBB mu , demi nabimu, demi ’izzah Diinul Islam....

Renungan untk diri yang mulai lemah akan ruh JIHAD.

Dipersembakan khusus untuk buat saudara2ku di hizbul ’adalah war rofahiyah..., bergeraklah wahai jundulloh.., ummat menanti kerja-kerjamu. Bersabarlah dalam panjangnya jalan dakwah ini, di jalan ini jualah yang dipilih oleh nabimu dan para sahabatnya.

By : zahra syahidah

Al Faqir dihadapan Alloh

Tidak ada komentar: